Gerutu
Hi, how are you? For real?
Me? Fine, always try to be fine. :)
Yuk cerita, aku ingin menggerutu, sedikit banyak entah pokoknya hanya ingin menggerutu. Perihal keadilan. Berat? Nggak, cuma gerutu hati yang kadang iseng untuk selalu membandingkan ini dan itu, dan lebih sering membandingkan apa yang kuterima, apa yang orang sekitarku terima, dengan apa yang mereka terima, apa yang orang tidak sebegitunya ada di sekitarku terima.
Sudah terlampau sering aku menganggap dunia ini tidak adil dalam memperlakukan penghuninya. Tanpa sadar ketika semua orang menganggap dunia ini tidak adil, itu berarti sebuah keadilan bukan? Keadilan yang sesungguhnya nyata walau tak terasa atau lebih tepatnya tak dirasa. Entah, pemahamanku soal keadilan memang tak setinggi para orang bijak diluar sana.
Jadi, ada rasa tidak suka yang hinggap di hati ketika orang lain mendapatkan keuntungan lebih banyak daripada yang aku dan teman-teman di sekitarku dapat. Padahal kita bernaung di sebuah wadah yang sama, yang katanya menjunjung tinggi sebuah hasil kinerja. Dan apa sebetulnya hasil kinerja yang baik dan memuaskan itu pun masih sebuah tanda tanya besar, mengapa? karena tidak ada yang tau hasil memuaskan untuk pemilik wadah ini seperti apa. Atau mungkin aku saja yang kurang pemahaman akan hal itu. Lagi-lagi, entah.
Sehingga, dengan penuh kesadaran kami, maaf ralat, aku, selalu berpikir kriteria apa yang akan dimanja dan selalu diberi oleh si pemilik. Dan setelah hasil pengamatan puluhan bulan ini, aku menyimpulkan kriteria itu adalah 'kedekatan' antara kita dan si pemilik. Jika dia masuk wadah karena si pemilik yang menuangkannya, niscaya dia akan ada selalu di tengah wadah dan tidak perlu bersusah payah mencari pegangan agar tidak tergelincir ketika wadah itu berguncang. Kebalikannya, jika dia masuk wadah karena merayap naik dan si pemilik rasa dia akan berguna untuk wadahnya, dia akan berada di pinggiran wadah yang mungkin terlihat pun jika wadah itu diputar dan kemudian dia tampak di penglihatannya. Tak usah bicara soal guncangan, tidak diguncang pun dia mungkin akan tergelincir keluar wadah.
Lalu sering kali terjadi kelompok tuang akan mendapatkan banyak keuntungan dan hal yang memanjakan mereka di dalam wadah sedangkan kelompok rayap hanya akan melihat perlakuan itu terjadi di depan mata mereka tanpa merasakannya sedikit pun. Ahahahahaha hanya bisa tersenyum getir dan mengelus dada. :)
Dan aku ada di kelompok rayap yang sering kali menyaksikan itu. Gejolak rasa negatif naik ke permukaan dan hanya bisa tertawa sinis sambil menerima apa yang terjadi. Aku merasa tidak adil, apa salah? Jawabannya masih 'tidak sama sekali'. Manusiawi bukan? Untukku, ya.
Tapi, sebentar, selalu ada suara alm. Papah yang menasihatiku dengan nada santai dan gurau, "Negatif terus kapan majunya? Alasan terus, tidak akan berguna di masyarakat." Serius, ketika inget kata-kata itu langsung mengucap maaf pada Pemilik Alam Semesta atas perangai burukku.
Kalian tau, selalu ada hal baik di kejadian terkelam sekalipun. Mungkin aku kurang bersyukur akan hidupku, sehingga ketika orang lain mendapatkan kebahagiaan sedangkan aku tidak, aku akan merasa itu tidak adil. Padahal kebahagiaan akan datang ketika kita menyadari kehadirannya. Toh kebahagiaan bisa kita dapatkan dari mana saja kan, bukan hanya dari satu tempat saja, dalam hal ini si pemilik wadah. Aku bahkan tidak tau sebanyak apa mereka mendapatkan kebahagiaan dari orang lain, mungkin malah lebih sedikit dari yang aku dapatkan. Tapi dengan lucunya aku menggerutu ketika tak mendapatkan perlakuan yang sama dari satu orang saja. Lebih lucu lagi ketika berpikir tentang apa yang sempat aku beri ke orang-orang di sekitarku, juga tak selalu sama. Apakah berarti aku juga bertindak tidak adil?
Be positive and we will be alright. :)
With love, H.
Comments
Post a Comment